Wabah Penyakit Ini Mulai Rame Lagi Di Musim Hujan Tahun Ini

Kali ini jangan pernah menganggap sepele wabah penyakit ini dan bahkan sudah tidak bisa lagi diremehkan, wabah penyakit yang tak pernah absen di musim hujan seperti saat ini yaitu penyakit demam berdarah dengue (DBD) begitu masif dalam beberapa bulan terakhir ini faktanya demam berdarah dengue terus menerus menalan korban sampai berjatuhan.

Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD) ?

Penyakit DBD
Penyakit DBD

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak.

Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.

Gigitan Yang Berujung Kematian

Seperti yang kita ketahui, penyakit yang satu ini menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, dalam beberapa bulan terakhir tiba-tiba kasusnya pun di Indonesia naik drastis. Ada yang bilang ini pengaruh dari intensitas curah hujan yang tinggi di 2 bulan terakhir.

Kalau kita tilik data kasus demam berdarah dari depkes.go.id, per 3 Februari 2019 sudah ada 16.692 kasus dengan 169 orang meninggal dunia. Adapaun wilayah penyebarannya terbanyak ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, dan Kupang.

Bukan hanya daerah saja, bahkan Jakarta yang merupakan pusat pemertintahan pun nggak luput dari wabah ini, sepanjang Januari 2019 di Jakarta tercatat ada 813 jiwa terjangkit DBD yang tersebar di Jakarta Selatan sebanyak 277, di Jakarta Timur ada 226, Jakarta Barat 230, lalu di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Seberapa Umumkah Demam Berdarah Dengue ?

Jutaan kasus infeksi DBD terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Demam berdarah dengue paling banyak ditemui selama musim hujan dan setelah musim hujan di area tropis dan subtropis di :

  • Afrika
  • Asia Tenggara dan China
  • India
  • Timur Tengah
  • Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan
  • Australia, Pasifik Selatan dan Pasifik Tengah.

Demam Berdarah Di Indonesia

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki iklim yang hangat dan pastinya ini jadi tempat yang nyaman untuk nyamuk tumbuh berkembang biak. Terlebih lagi dalam dua bulan terakhir yang diguyur hujan, sehinga kita pun wajib ekstra peduli dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Kadang banyak dari kita yang cuek dengan membiarkan pakaian kotor tetap tergantung, jarang banget menguras bak mandi, botol atau kaleng bekas nggak dibuang, atau membiarkan genangan air sehingga jadi tempat empuk buat jentik-jentik nyamuk berkembang biak.

Jangan dikira nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Aedes Aegypti lebih senang bersarang di tempat kotor, nyamuk yang satu ini emang lebih suka berada di air bersih yang dibiarkan tergenang. Bayangin aja ketika kita lagi asik bersantai di siang hari, tiba-tiba serangan Aedes Aegypti menggigit kita dan kemudian beresiko menimbulkan kematian karena DBD. Waduh, serem banget!

Apa Saja Tanda-Tanda Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)?

Demam Berdarah
Demam Berdarah

Terdapat tiga jenis demam dengue : demam berdarah klasik, dengue hemorrhagic fever, dan dengue shock syndrome. Masing-masing memiliki gejala yang berbeda.

Gejala Demam Berdarah Klasik

Gejala dari demam berdarah klasik biasanya diawali dengan demam selama 4 hingga 7 hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi, serta:

  • Demam tinggi, hingga 40 derajat C
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri pada retro-orbital (bagian belakang mata)
  • Nyeri otot dan sendi parah
  • Mual dan muntah
  • Ruam

Ruam mungkin muncul di seluruh tubuh 3 sampai 4 hari setelah demam, kemudian berkurang setelah 1 hingga 2 hari. Anda mungkin mengalami ruam kedua beberapa hari kemudian.

Gejala Dengue Hemorrhagic Fever

Gejala dari dengue hemorrhagic fever meliputi semua gejala dari demam berdarah klasik, ditambah:

  • Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening
  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit, menyebabkan memar berwarna keunguan

Jenis penyakit dengue ini dapat menyebabkan kematian.

Gejala Dengue Shock Syndrome

Gejala dari dengue shock syndrome, jenis penyakit dengue yang paling parah, meliputi semua gejala demam berdarah klasik dan dengue hemorrhagic fever, ditambah:

  • Kebocoran di luar pembuluh darah
  • Perdarahan parah
  • Shock (tekanan darah sangat rendah)

Jenis penyakit ini biasanya terjadi pada anak-anak (dan beberapa orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue kedua kalinya. Jenis penyakit ini sering kali fatal, terutama pada anak-anak dan dewasa muda.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Bagaimana Cara Mengobati Demam Berdarah Dengue?

Tidak ada penanganan spesifik untuk demam berdarah DBD, kebanyakan pasien pulih dalam 2 minggu. Penting untuk menangani gejala-gejala untuk menghindari komplikasi. Dokter biasanya merekomendasikan pilihan pengobatan berikut:

  • Istirahat yang banyak di tempat tidur
  • Minum banyak cairan
  • Minum obat untuk menurunkan demam. Paracetamol (Tylenol®, Panadol®) dapat meringankan rasa sakit dan menurunkan demam.
  • Hindari penghilang rasa sakit yang dapat meningkatkan komplikasi perdarahan, seperti aspirin, ibuprofen(Advil®, Motrin®) dan naproxen sodium (Aleve®).

Untuk kasus yang lebih serius, demam berdarah dapat menyebabkan shock atau hemorrhagic fever yang memerlukan perhatian medis lebih.

Pencegahan Wabah Demam Berdarah Dengue Dengan Fogging  😀 😛

Sumber :

Tinggalkan Balasan