Prank Ojol : Senang Melihat Kesedihan Orang Lain

Kalau orang normal biasanya kita akan ikut senang apabila melihat orang lain senang dan begitu pun sebaliknya ketika orang lain sedih kita pun yang melihatnya akan ikut merasakan sedih tersebut. Lalu kemudian bagaimana dengan merasa senang ketikan melihat orang lain sedih apakah itu disebut tidak normal ?

Saya bahas soal ini karena saya merasa khawatir dengan keadaan yang saat ini sedang viral dengan maraknya beredar video video di media social mengenai prank ojek online atau biasa kita sebut ojol. Isi dalam video prank tersebut pada dasarnya mempunyai teknik dan metode prank yang hampir sama. Tukang prank melakukan pesanan makanan atau minuman melalui aplikasi ojol dengan nominal yang lumayan tinggi lalu kemudian setelah orderan mau sampai tiba tiba sama si tukang prank langsung dibatalin dan kontaknya pun susah untuk dihubungin.

Senang Melihat Kesedihan Orang Lain

Ada salah satu kasus video prank ojol yang mendapatkan banyak kritikan dan kecaman dari para warga net. Yaitu video prank cancel orderan pizza senilai Rp. 1.000.000, di video tersebut si abang ojol dijahili sampai menangis sejadi jadinya dengan hati hancur dan sedih karena baginya nilai sebesar 1.000.000 harus ia dapatkan dengan menerima orderan belasan kali siang dan malam.

Ada sebuah penelitian mengenai konsep schadenfraude yang diterbitkan dalam jurnal Annals of the New York Academy of Sciences, senang melihat orang lain menderita itu normal. Ya tidak dapat di pungkiri seseorang pasti pernah merasa menjadi seseorang yang paling jahat sedunia dan itu normal.

Senang Melihat Kesedihan Orang Lain

Sama dengan kasus video prank ojol Memang tujuanya becanda dan hiburan saya sendiri pun suka bercanda dan menjahili orang tapi tidak begitu juga kali ya caranya, saya tidak menemukan satu pun kelucuan dari video prank macam itu, rasanya tidak manusiawi saja apabila menertawakan kesedihan dan penderitaan orang lain lalu kemudian di publikasikan ke dalam media social agar orang lain pun bisa ikut menertawakanya.

Yang saya khawatirkan adalah berkembangnya schadenfraude yang muncul akibat dari penyebaran video dan totonan tersebut karena hal itu dapat memperbesar dan terjadinya hal yang lebih membahayakan seperti psikopat.

Sebuah penelitian dari Emory University menyatakan terlalu sering atau sangat suka melihat orang lain susah menunjukkan kecenderungan ciri psikopati. Gangguan psikopati bisa membuat Anda menghalalkan berbagai cara untuk membuat orang lain sakit atau tertimpa kemalangan tanpa merasa menyesal.

Intinya Stop, bikin konten prank ojol dan prank lainya yang menyakitkan! Jadilah manusia yang memanusiakan manusia lain, jangan sampai jadi manusia yang tidak berperikemanusian. Sudah menyakiti hati orang lain, disebarin videonya, dan dapat uang pula dari hasil nyakitin orang. Ampun deh tobat!

Tinggalkan Balasan