Hanya Santri Yang Tahu

BTW hari selasa kemarin tepatnya tanggal 22 oktober 2019 kita baru saja merayakan hari santri nasional bukan. Nah ngomong ngomong soal santri nih, saya mau coba tanya satu hal dong kepada kalian semua, apa yang akan kalian bayangkan atau rasakan apabila kalian menjadi seorang santri/santriwati ?

Kalau bayangan saya dulu sih waktu sebelum menjadi santri pondok yang kebayang rasanya itu ngga betah, tidak enak, tidak seru, membosankan, dan bla…bla…bla.

Kalau Kata orang lain.
Santri itu mengaji.
Santri itu sholat berjama’ah
Santri itu berpakaian menutup aurat.

But…. itu mah bukanya sudah menjadi sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan juga bagi kamu yang bukan santri yaa haha, yah karena sebagai umat Islam sudah seharusnya kita menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Seperti yang dikatakan KH. Mustofa Bisri.

Nah bagaimana dengan kalian, saya penasaran banget dengan jawaban kalian, coba deh kalian tuliskan jawabanya pada kolom komentar di bawah artikel ini yaa.

Baiklah artikel kali ini saya mau flashback 6 tahun kebelakang, merasakan kembali dimana masa masa saya menjadi santri di pondok pesantren, ya lumayan hitung hitung sambil ngasih tahu kepada kalian bagaimana rasanya menjadi santri asli sunguhan bukan bayang bayang atau membayangkan. Siapa tahu disini ada yang tertarik dan mau menjadi santri pondok pesantren.

Nah dalam rangka memperingati hari santri nasional disini saya akan mencoba mengulas 10 hal yang hanya bisa dirasakan oleh seorang santri, lumayan lah buat mengenal lebih jauh tentang dunia santri atau hanya untuk sekedar berkangen kangenan dengan masa lalu hehe.

1. Saat jadi santri pengennya boyong..,eh..pas udah boyong, kangen.

Rasanya Jadi Santri
2. Hanya kata wallahu a’lam bish-shawabi yang dapat membangunkan mereka.


3. Barang barang santri pasti ada namanya.


4. Teman 24 Jam non stop.


5. Waktu di pondok pernah kurus.


6. Berebut mencium tangan kyai.


7. Makan selengser bersama.


8. Ajang cuci mata.


9. Pacaran syar`i.


10. Tidur berjamaah, apalagi abis sholat shubuh berjamaah.

Kelihatanya memang tidak begitu wah ya atau mungkin bisa dibilang norak dan tak heran pula terkadang santri suka dipandang sebelah mata. Namun apalah arti semua itu jika didalamnya begitu indah untuk dikagumi. Kebersamaan dengan rasa saling menghargai, saling merhomati, dan saling menyayangi.

Santri mempunyai arti sebagai manusia yang selalu berpijak pada ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Dengan keseimbangan ilmu yang dipelajari tentu akan menciptakan keharmonisan dalam hidup.

Apakah seorang santri cukup untuk mempelajari ilmu saja? Tentu saja tidak. Ilmu bagaikan pohon yang jika terkena angin akan goyah, biar gak gampang goyah maka perlu akar atau pondasi kokoh yaitu dengan akhlak yang baik.

Banyak yang bilang bahwa hidup di sebuah pondok pesantren itu sangatlah membosankan, tapi siapa sangka ternyata bagi sebagiaan orang yang sudah merasakan, bagaimana hiruk-pikuk kehidupan di sebuah pesantren, ternyata malah membuat mereka tak ingin keluar dari pesantren, bahkan dia akan merasakan kerinduan yang amat sangat ketika dia telah keluar dari pesantren, seperti keadaan saya sekarang ini. 😥

Tinggalkan Balasan