Gaming Disorder

Gaming Disorder (kecanduan game) adalah pola perilaku bermain game yang tidak terkendali hingga dapat mengganggu minat dan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini kini telah dimasukkan ke dalam klasifikasi penyakit internasional keluaran terbaru (ICD-11).

Di video tersebut merekam seorang anak kecil yang terkena gaming disorder sehingga bisa kita lihat disana anak kecil tersebut sudah susah dikendalikan oleh orang tuanya untuk berhenti bermain game online, dia menangis, berteriak, marah marah, menghancurkan barang yang ada didekatnya bahkan parahnya dia bilang akan membunuh ibunya sendiri. Gimana guys ngeri banget yaa…

Kalau sudah seperti itu mungkin bisa kita bilang gangguan mental kali yaaa. Nah kemudian orang yang sudah kecanduan atau terkena gaming disorder biasanya enggak ada kenikmatan lain yang bisa dirasakan selain main game itu sendiri, bahkan makan minum mandi enggak perlu, tapi kalau enggak ada wifi pasti cemas, gelisah, lalu ngamuk se edan edanya.

Lalu apa sih yang menjadi penyebab seseorang mengalami cemas dan gelisah dari gaming disorder ?, nah aneh sampai saat ini belum diketahui secara jelas apa penyebabnya dan faktor yang menyebutkan siapa yang lebih beresiko terkena pun juga belum ada yang jelas sampai sekarang.

Tapi yang menjadi masalah bukan dari apa penyebabnya melainkan adalah dari kesadaran masyarakat, karena di dunia saat ini masih ada banyak orang yang menganggap jika kecanduan game atau gaming disorder adalah bukan suatu masalah sehingga banyak orang yang mengabaikan dan menolak untuk diobati kejiwaanya.

Memang kecanduan game tidak mudah untuk kita sadari, karena ada orang yang bermain game lupa waktu dengan tujuan untuk menutup sementara suatu masalah, depresi, atau kecemasan, sehingga di ibaratkan bermain game adalah penyegaran otak atau refreshing namun yang berkelanjutan. Benarkan ada yang seperti itu ?.

Nah dari pada nanti kamu keterusan kemudian akhirnya ngamuk ngamuk terkena gaming disorder mending kamu mulai memperhatikan waktu dan juga harus kamu ketahui apa saja gejala gejala gaming disorder supaya nanti kamu bisa segera menghindar dan mengobatinya sebelum terlambat.

Gaming Disorder

Gejala Gaming Disoreder

Untuk bisa disebut menderita gaming disorder, seseorang perlu mengalami lima atau lebih gejala-gejala di bawah ini dalam kurun waktu 12 bulan:

  1. Bermain game dijadikan sebagai kegiatan utama. Selalu teringat game yang telah dimainkan sebelumnya dan selalu tidak sabar untuk kembali melanjutkan bermain game.
  2. Saat tidak sedang bermain game, mulai muncul rasa marah, sedih, atau gangguan kecemasan.
  3. Merasa butuh bermain game, sehingga menghabiskan banyak waktu untuk melakukannya.
  4. Tidak dapat mengendalikan keinginan untuk main game.
  5. Tidak tertarik untuk berinteraksi dengan orang lain, melakukan hobi lain yang sebelumnya dimiliki, maupun kegiatan menyenangkan selain bermain game.
  6. Tetap bermain game secara berlebihan meski tahu bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan kecanduan dan menimbulkan masalah psikososial.
  7. Tidak mendengarkan nasihat dari keluarga, terapis, maupun teman mengenai kebiasaan bermain game yang sudah sampai pada tahap yang meresahkan.
    Menggunakan game sebagai satu-satunya cara untuk mengembalikan suasana hati yang buruk.
  8. Kebiasaan bermain game sudah memberikan dampak buruk terhadap hubungan dengan orang lain, pekerjaan, maupun pendidikan.

Pengobatan Gaming Disorder

Karena gaming disorder merupakan suatu kondisi kelainan yang baru ditetapkan, tahapan perawatannya pun belum dapat dijabarkan secara jelas. Meski begitu, penanganan kecanduan lainnya, seperti kecanduan berjudi, memiliki kemungkinan untuk dapat diterapkan dalam mengatasi kecanduan bermain game.

Beberapa langkah perawatan yang mungkin dapat digunakan sebagai pilihan perawatan gaming disorder:

  1. Edukasi. Perawatan dijalankan dengan memberikan pengetahuan mengenai bahaya kecanduan games terhadap kesehatan mental serta mengenai gaming disorder secara keseluruhan.
  2. Mencoba pengobatan yang umum digunakan untuk kondisi kecanduan.
  3. Perawatan ini umumnya termasuk membantu penderita mengontrol keinginannya, bagaimana menghadapi pikiran-pikiran tidak rasional yang muncul, serta belajar untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi.
  4. Interpersonal. Pada langkah ini, penderita akan diajarkan untuk memperbaiki kemampuan komunikasi mereka, membangun harga diri, meningkatkan kecerdasan emosional, serta berinteraksi dengan orang lain.
  5. Bantuan keluarga. Apabila kecanduan game yang dialami membuat hubungan dengan keluarga semakin memburuk, keluarga juga dianjurkan untuk berpartisipasi dalam terapi tersebut.
  6. Menjalani gaya hidup baru. Untuk mencegah terjadinya kecanduan bermain game, seseorang harus dapat mengenali kemampuan serta kelebihan yang dimilikinya dan menemukan kegiatan lain selain bermain game yang dianggap menyenangkan.

Sumber : https://www.sehatq.com/penyakit/gaming-disorder

Tinggalkan Balasan