Catatan Buruk Fashion Terhadap Lingkungan

Siklus fashion berbanding lurus dengan perkembangan teknologi, teknologi  yang saat ini begitu pesat membuat siklus fashion pun ikut bergerak dengan cepat bukan lagi berpatok pada 2 musim atau 4 musim melainkan setiap saat kamu pasti bisa mendapatkan fashion dengan model terbaru, ya tentunya biasa kamu dapatkan dari merek merek fashion papan tengah yang selalu mengadakan sale berkala atau istilahnya dikenal sebagai fast fashion.

Fast fashion adalah istilah kontemporer untuk perusahaan retail fashion yang berfokus pada kecepatan dan biaya produksi yang rendah untuk menghadirkan model busana yang baru dengan inspirasi dari busanak catwalk atau busana selebritis selebritis terkenal.

Namun sayangnya meskipun fast fashion dapat memanjakan keinginan setiap manusia untuk bisa terus tampil baru tentunya dengan model busana busana terbaru akan tetapi dibalik semua itu terdapat dampak kelam yang bisa saja terjadi kepada bumi atau dunia dimana kita tinggal.

Dampak kelam fashion terhadap lingkungan yaitu terjadi ketika sebuah industri fashion telah melakuakn sale berkala atau fast fashion maka muncul banyak masalah diantaranya terhadap lingkungan bumi seperti air tercemar oleh berbagai bahan kimia beracun, polusi udara dari limbah proses produksi fast fashion, serta banyak sampah menumpuk hasil fast fashion.

Ilustrasi Dampak Fashion Terhadap Lingkungan

Catatan Buruk Fashion Terhadap Lingkungan
via sfexaminer.com

Mungkin untuk sekarang dampaknya tidak begitu terlalu terasa oleh kita sebagai manusia akan tetapi apabila hal tersebut dilakukan terus menerus tanpa adanya control dan pengawasan maka dampaknya akan sangat luar biasa dan buruk sekali.

Saya punya sebuah film animasi yang menceritakan tentang dampak fashion terhadap lingkungan film ini memiliki pesan untuk semua umat manusia agar dapat mengontrol dan mengawasi produksi fashion yang berlebihan film ini berjudul Dr seuss the lorax yang dirilis pada tahun 2012.

Menceritakan pria bernama Tedd yang ingin menjadi pengusaha dia membuat barang mirip dengan busana yang diberi nama T-need benda yang dapat digunakan apa saja. Bisa menjadi syal, topi, selimut, handuk, lap, dan lain lain, T-need tersebut terbuat dari daun pohon kemudian karena terlalu banyak nya konsumsi dan permintaan manusia akhirnya Tedd pun banyak menebang pohon sampai gundul untuk membuat T-need dan akhir hutan yang dulunya lebat dan hijau sekarang berubah menjadi kering dan berpolusi.

Dari film tersebut sebenarnya yang membuat hutan menjadi kering, gundul, dan berpolusi adalah berawal dari manusia itu sendiri sebagai konsumen busana atau fashion yang berlebihan ketika membeli sebuah busana.

Catatan Buruk Fashion Terhadap Lingkungan

Catatan Buruk Fashion Terhadap Lingkungan
via allabout-japan.com

Sekarang ini didunia nyata ternyata sudah ada beberapa fakta terungkap yang dapat membawa lingkungan menjadi kering dan berpolusi seperti yang ada didalam film Dr seuss the lorax, berikut adalah beberapa fakta dampak fashion terhadap lingkungan :

  • Butuh sekitar 2720 liter air untuk membuat sebah T-shirt yang jika kita hitung dengan jumlah air seperti itu dapat kita konsumsi selama 3 tahun.
  • Konsumsi busana harian dalam setahun menghasilkan 1,5 ton karbondioksida yang jika hitung setara dengan karbondioksida yang dikeluarkan 6000 buah mobil.
  • Untuk membuat satu buah celana denim dibutuhkan sekitar 200 galon air yang jika kita hitung itu cukup untuk kita mandi sebanyak 285 kali.

Dari semua penjelasan yang telah diuraikan diatas bukan bermaksu untuk mencegah kamu membeli sebuah fashion akan tetapi mengingatkan untuk lebih bijak ketika membeli sebuah busana fashion, mengutamakan kualitas supaya dapat bertahan lama dan tentunya dengan perawatan yang baik.

Sekian dulu pembahasan tentang dampak dari sebuah fashion terhadap lingkungan dan sampai jumpa lagi di artikel berikutnya.

Tinggalkan Balasan