Bukber Berakhir Dengan Makber

Hey muslim dan muslimah bagaimana puasanya sampai sekarang ini ? Lancar Ya…, Gue doakan semoga semuanya lancar dan tentunya menjadi barokah. Amin

Tidak terasa ya bulan ramadhan tahun ini sekarang kita sudah mulai memasuki minggu ke 3, tentunya suasana bulan ramadhan semakin ramai ya untuk yang berpuasa dan semakin baper nih untuk si mblo.

mblo : “Yaelah.. Bacot!!.

BUKBER MAKBER
BUKBER MAKBER

Suasana keramaian ramadhan salah satunya sering kita jumpai di grup grup aplikasi chatting tuh seperti Group Alumni Sekolah Dasar (SD), Alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP), Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA), Alumni Perguruan Tinggi, Rekan Rekan Kerja, dan tentunya Group Keluarga.

Air, Api, Tanah, dan Udara, Dahulu group tersebut dihari hari biasa sangat sepi sekali dan tentram, tetapi ketika bulan ramadhan datang semuanya berubah. Mulia banyak pembahasan yang diperbincangkan oleh mereka dan salah satunya adalah BUKBER (Buka Bersama).

Apa itu BUKBER ? (Gak Gaul)

BUKBER adalah istilah anak muda ngehits, gaul, jaman now yang berasal dari kepanjangan kalimat Buka Bersama.

Buka Bersama ? Apanya yang dibuka bersama sama…?

Maksudnya Buka Puasa Bersama, tujuan yang sebenarnya sangat bagus yaitu untuk mempererat tali silaturahmi.

BUKBER MAKBER
BUKBER MAKBER

Mempertemuan sahabat dengan sahabat, rekan dengan rekan, pertemuan dengan barisan para mantan (bila ada ya), apalagi untuk mereka yang berjauhan dan sudah lama tidak bertemu. Bukber ini menjadi salah satu cara untuk mempertemukan mereka.

BUKBER MAKBER

Tapi sayangnya untuk sampai kepada tujuan yang mulia tersebut tentunya ada perjalanan yang sangat sulit, gelap, dan berbelok sampai bisa membuat kita tersesat hingga salah arah yang awalnya BUKBER (Buka Bersama) menjadi MAKBER (Maksiat Bersama).

Ada banyak sekali arah yang salah muncul didalam hati dan pikiran kita ketika BUKBER, mulai dari persiapan BUKBER sampai ketika acara BUKBER itu berlangsung.

Apa arah yang salah itu ? (salah kaprah)

Baiklah mari gunakan perasaan dan logika kita, ketika rencana pembahasan acara BUKBER meributkan penentuan tempat, jadwal, siapa saja yang akan datang, mantan datang atau tidak, pakai baju apa, bahkan sampai pertanyaan pakai celana atau nggak. Busyet dah..

Dari sekian banyak pertanyaan tersebut memperbesar kemungkinan terjadinya wacana forever, memperbanyak kebohongan ketidakhadiran manusia yang merugikan, dan juga tentunya menjadikan orang orang tertentu untuk mencari cari alasan biar tidak disebut ansos (anti sosial).

Bukber Miskin Nggak Bukber Ansos (Serba Salah)

Tapi problemnya bukan dari pertanyaanya yang begitu banyak melainkan waktu yang terlalu mendadak alhasil beberapa orang merasa dikecewakan.

Kemudian ketika acara BUKBER berlangsung, banyak pula jalan salah yang keluar dari hati dan pikiran kita (salah kaprah) yaitu ketika BUKBER bukan menjadi penunjang silaturahmi melainkan menjadi ajang pamer sosial dan perkumpulan ghibah.

Setelah acara bukber ada juga jalan pikiran salah yang keluar dari pikiran manusia yaitu tidak menunaikan kewajiban sholat fardhu karena terlena dengan kesenangan kumpul bareng sahabat, foto bareng, selfie, dll.

Kelakuan siapa tuh yang kaya gitu ?

Sampai sini kesimpulanya BUKBER tidaklah salah justru sangat baik karena mempererat tali silahturahmi tetapi ada yang perlu diingat dan diperhatikan yaitu jangan sampai BUKBER menjadi ibadah yang salah kaprah dengan menyisipi suatu kebohongan, ajang pamer, ghibah, dan lupa menunaikan ibadah fardhu.

Akhir kata semoga kita semua terhindar dari perbuatan perbuatan yang salah dan menyimpang. Amin

Tinggalkan Balasan