Belajar Membangun Karakter Dari Fenomena Olahraga

Ketika banyak orang mulai ramai memperbincangkan krisis multidimensi atau situasi yang dialami oleh suatu bangsa dengan berbagai macam pertentangan baik besar maupun kecil dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan kebobrokan moral ada kalanya kita mulai menengok kembali dan mulai mempelajari kembali berbagai pesan dan nilai nilai kemanusian dari sebuah kegiatan yang bernama olahraga.

Dalam sepanjang sejarah, olahraga telah membuktikan dirinya dengan sebagaimana mewujudkan perdamaian dan nilai nilai kemanusiaan yang efektif terhadap kehidupan manusia atau kehidupan berbangsa dan bernegara.

Coba kamu cari sebuah event yang ada di belahan dunia ini yang dengan mudah dapat mengundang dan menyita banyak perhatian semua orang di belahan dunia, sepertinya rasanya sangat sulit untuk menemukan event tersebut selain olahraga.

Semenjak dahulu selama bertahun tahun sampai berabad abad lamanya event olahraga tetap selalu sanggup mempertahankan dan memelihara indahnya suasana persahabatan yang hanya dilakukan dengan sebuah peraturan dan kesepakatan bersama.

Olahraga ?

Olahraga pada hakikatnya adalah sebuah miniatur kehidupan yang didalamnya terdapat pesan dan nilai nilai dasar kehidupan manusia untuk bermasyarakat kalau kamu mau tahu seperti apa nilai nilai kehidupan dalam olahraga kamu bisa menemukan contohnya di artikel yang saya buat sebelumnya tentang nilai nilai kehidupan yang tersimpan didalam kegiatan olahraga sepakbola.

Dengan pesan dan nilai nilai kehidupan manusia dalam keseharian tersebut, olahraga sangat begitu efektif untuk dilirik dan dijadikan sebagai pembelajaran untuk membagun sebuah karakter bangsa ditambah dengan adanya istilah seperti berikut “didalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat”, istilah tersebut semakin menguatkan posisi olahraga untuk dijadikan media utama untuk menanamkan benih benih karakter yang baik dan kuat.

 

Belajar Membangun Karakter
via kompasiana.com

Karakter yang baik dan kuat adalah dengan sikap dan cara berpikir untuk membuat sebuah keputusan yang dapat dipertanggung jawabkan didalam sebuah masalah lingkungan hidup manusia baik itu lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara.

Masalah lingkungan hidup manusia, sejatinya manusia di takdirkan dari awal untuk selalu berkerja sama, bersaing dan kemudian menjadi yang terbaik hal itu bisa kita ketahui mulai dari awal proses terciptanya manusia ketika dari sel sperma yang bersaing dengan berjuta sel sperma lainya untuk menjadi yang terkuat dan tercepat agar bisa membuahi sel telur dan kemudian terjadi pula ketika telah menjadi anak manusia mereka bersaing untuk memasuki sekolah, pekerjaan, jabatan dan lain sebagainya.

Akan tetapi persaingan dan kompetitif ini telah menjadi hal yang wajar dan biasa untuk manusia yang menjadi keprihatinan adalah bagaimanakah caranya seseorang melakukan persaingan ditengah banyaknya pertentangan dalam kehidupan bermasyarakat seperti sekarang ini orang orang bersaing memperubutkan jabatan dan kekuasaan dengan sewenang wanang tanpa memeperdulikan orang lain seolah olah dialah yang berkuasa di muka bumi ini.

Nilai Dasar Kehidupan dalam Olahraga

Didalam olahraga pun sejak awal memiliki nilai kerjasama, bersaing, dan mendapatkan posisi yang terbaik sama seperti kehidupan namun yang jadi perhatianya adalah bagaimana ketika seseorang atau sekelompok orang berkerja sama dan bersaing mendapatkan posisi yang terbaik itu dengan cara yang adil (fair), mematuhi aturan main, dan menjunjung tinggi moral kemanusian.

Seperti contoh nyata dalam dunia olahraga berikut ini :

Ketika Arsenal bermain melawan Sheffield Wednesday di Highbury dalam ajang Piala FA. Waktu itu skor masih imbang 1-1 ketmudian kiper Sheffield Alan Kelly menendang bola keluar dikarenakan ada pemain yang cedera.

Namu setelah itu gelandang Arsenal Ray Parlour melakukan lemparan ke dalam agar pertandingan bisa dilanjutkan. Bola diarahkan kepada kiper lawan namun Nwankwo Kanu menyerobot bola dan mengirim umpan kepada Marc Overmars yang kemudian mencetak gol. Kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Arsenal.

Tak ada peraturan tertulis yang dilanggar dalam kejadian ini, namun jelas perbuatan ini mencederai sportivitas. Arsenal, sebagai klub, menyadari kesalahan mereka dan berusaha memperbaiki keadaan.

Setelah pertandingan usai, Arsene Wenger dan David Dein menawarkan pertandingan diulang di markas Sheffield Wednesday. Tawaran itu diterima dan FA pun memberikan izin. Pada pertandingan ulang, Arsenal akhirnya unggul 2-1.

Perilaku dan keputusan Arsene Wenger mempertunjukan sikap persaingan yang adil dan menjunjung nilai sportivitas padahal dia bisa saja membiarkan pertandingan selesai begitu saja dengan kemenangan diatas ketidak berdayaan lawanya akan tetapi dia lebih memilih sportif serta memberikan kesempatan untuk bertanding ulang.

Belajar Membangun Karakter

Nah dari salah satu contoh tersebut olahraga sangat begitu baik untuk dijadikan sebuah pembelajaran dan pembanguna karakter bangsa yang memegang teguh nilai nilai dasar kehidupan manusia setidaknya ada beberapa pesan dan nilai kehidupan dalam olahraga seperti disiplin, kesadaran serta pengendalian diri, kerja keras, jujur, sportif, solidaritas, kerjasama, transparansi, keterbukaan, tanggung jawab, hormat serta santun, suka menolong, berempati, rendah diri, toleransi dan masih banyak yang lainya.

Tinggalkan Balasan