Lucu Menggemaskan Tapi Berbahaya, Bahaya Kucing Pada Kesehatan

Kucing adalah hewan peliharaan favorit yang paling banyak disukai oleh para pecinta hewan di dunia dengan tingkah laku kucing yang lucu, lincah, dan menggemaskan membuat para pemiliknya merasa senang dan selalu ingin terus bermain dengan peliharaanya tersebut tanpa sadar mereka berpikir kalau hewan ini memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan manusia.

Tahukah kamu kenapa pencinta kucing selalu merasa senang dan selalu ingin terus bermain dengan pelihatraanya tersebut ?, sebenarnya hal ini bisa dijelaskan dengan beberapa riset dan penelitian bahwa kucing memiliki parasit Toxoplasma Gondii yang bisa memanipulasi otak manusia agar terus menyukai kucing selain itu dengkuran kucing bisa memanipulasi sifat sensitif manusia dan mengontrol agar manusia menuruti keinginan kucing.

Kucing memang lucu, lincah dan menggemaskan juga memiliki manfaat untuk kesehatan tetapi semua hal baik tentang kucing tersebut membuat kucing menjadi hewan peliharaan yang sempurna untuk dipelihara tetapi hal baik itu pula kucing membuat manusia lupa dan tidak memperdulikan jika ternyata kucing dapat membawa beberapa penyakit untuk pemiliknya.

Kucing bersifat lincah dan suka bermain namun apabila tidak dilakukan pengawasan oleh pemiliknya ia bisa bermain dimana saja termasuk ditempat yang kotor terhinggapi banyak parasit dan bakteri dan terbiarkan tanpa perawatan yang baik terhadap hewan peliharaanya.

Untuk lebih detail penyakit apa saja yang dibawa oleh kucing dari bulu dan cakarnya terus baca artikelnya sampai selesai karena pada kesempatan kali ini akan dibahas secara lengkap bahaya kucing pada kesehatan pemiliknya. Berikut bahaya kucing pada kesehatan pemiliknya lewat bulu dan cakarnya :

Bahaya Kucing Pada Kesehatan

Bahaya Kucing Pada Kesehatan
via khasiat.co.id

Penyakit Cakar Kucing

Penyakit ini disebakan oleh bakteri Bartonella Henselae yang berpindah kepada manusia lewat cakar atau gigitan kucing tidak hanya itu bakteri ini pula bisa berpindah melalui bulu ketika pemiliknya mengelus bulu kucing kemudian menyeka (mengucek) mata dengan tangan bekas mengelus bulu kucing tanpa di cuci terlebih dahulu. Gejala yang dirasakan apabila terkena penyakit cakar kucing adalah muncul benjolan kecil disertai mual, muntah, demam, dan radang.

Penyakit Ringworm

Penyakit ini hampir sama dengan cakar kucing dan ditularkan dari bulu kucing juga. Penyakit ini dapat menginfeksi kulit manusia sehingga menimbulkan lingkara kecil pada kulit, gatal, berwarna coklat, dan bersisik.

Penyakit Asma

Penyakit asma juga bisa disebabkan oleh alergi dari bulu kucing. Penyakit ini juga bisa menurun kepada keturunan seperti kepada anak anak akan tetapi penyakit asma yang ditimbulkan oleh kucing bisa dideteksi dengan cepat sehingga tidak akan memeberikan efek yang serius terhadap kesehatan.

Penyakit Alergi

Bulu kucing juga secara tidak langsung bisa menyebabkan alergi dengan reaksi yang ditimbulkan biasanya seperti gejala flu, bersin bersin, pilek, atau gatal gatal.

Penyakit Toksoplasma

Terakhir seperti yang telah sebelumnya disebutkan di atas kalau kucing memiliki parasit yang bernama Toxoplasma Gondii yang dapat memanipulasi otak manusia supaya terus menyukai kucing namun selain bisa memanipulasi otak manusia parasit Toxoplasma Gondii juga bisa membawa penyakit seperti kemandulan pada wanita dan pria.

Apabila terjadi berulang kali parasit Toxoplasma Gondii akan menginfeksi dan membuat radang pada saluran sperma sehingga membuat saluran sperma menyempit bahkan tertutup jika pada wanita akan menyempit bahkan menutup saluran sel telur. Yang paling berbahaya dari parasit ini adalah bisa menyebabkan kecacatan pada fetus (janin) atau bayi.

Wih horor ternyata, gimana setelah tahu beberapa penyakit yang dibawa oleh kucing sekarang apakah kamu masih senang bermain dengan hewan yang lucu tersebut ?

Sebenarnya sih tidak ada yang salah dengan senang pada kucing atau ingin bermain dengan kucing asalkan kamu harus bener-bener memperhatikan kebersihan dan kesehatannya dengan perawatan yang baik agar bisa meminimalisir atau bahkan menghindari parasit yang terbawa dari si kucing.

Tinggalkan Balasan